Jumat, 12 Mei 2017

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.
Larutan adalah yang antarzat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogen di setiap bagian campuran. Komponen larutan dalah pelarut dan zat terlarut.Elektrolit merupakan suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghasilkan arus listrik. Nonelektrolit adalah tidak dapat menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air.[1] Semakin banyak jumlah ion, semakin kuat daya hantarnya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebabkan karena zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral yang tidak bermuatan
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan. Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq)→ H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-
Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.
Contoh :
NaCl(s) → Na+ (aq) + Cl- (aq)

Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asambasa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asambasa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan. atau bentuk liquid dan aqueous. sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit.
Berdasarkan daya hantarnya larutan elektrolit terbagi menjadi dua, yaitu elektrolit kuat dengan daya hantar yang besar. Contohnya larutan asam kuat, basa kuat dan garam. yang kedua elektrolit lemah, yaitu larutan dengan daya hantar yang lemah
Tabel contoh larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit.
Elektolit Kuat
Elektrolit lemah
Nonelektrolit
HCl
CH2COOH
CH3OH
H2SO4
HF
C2H5OH
HNO3
HNO2
C12H22O11
HClO4
NH3
C6H12O6
Sifat Daya Hantar Listrik dalam Larutan
Larutan tergolong ke dalam campuran homogen yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut. Pelarut -pelarut yang biasa digunakan adalah air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa ion maupun kovalen. sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui dengan uji nyala
Gambaran Bentuk Molekul Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Nonelektrolit
Jenis Larutan
Sifat dan Pengamatan Lain
Contoh Senyawa
Reaksi Ionisasi
Elektrolit Kuat
-   Terionisasi sempurna
-   Menghantarkan arus listrik
-   Lampu menyala terang
-   Terdapat gelembung gas
NaCl, NaOH, H2SO4, HCl, dan KCl
NaCl —> Na+ + Cl-
NaOH —> Na+ + OH-
H2SO4 —> H+ + SO42-
HCl —> H+ + Cl-
KCl —> K+ + Cl-
Elektolit Lemah
-   Terionisasi sebagian
-   Menghantarkan arus listrik
-   Lampu menyala redup
-   Terdapat gelembung gas
CH3COOH, N4OH, HCN, dan Al(OH)3
CH3COOH –> H+ + CH3COOH-
HCN –> H+ + CN-
Al(OH)3 –> Al3+ + OH-
Non Elektrolit
-   Tidak terionisasi
-   Tidak menghantarkan arus listrik
-   Lampu tidak menyala
-   Tidak terdapat gelembung gas
C6H12O6
C12H22O11
CO(NH2)2
C2H5OH
C6H12O6
C12H22O11
CO(NH2)2
C2H5OH
Cara Larutan Elektrolit Menghantarkan Arus listrik
Larutan elektrolit terdapat ion-ion yang berbeda muatan dan bergerak bebas. Bila arus listrik dihubungkan, kation bergerak menuju katode dan anion bergerak menuju anodesehingga arus listrik mengalir dalam sistem tersebut. Berikut gambar elektrode yang terhubung dengan sumber tegangan.
Senyawa Pembentuk Larutan Elektrolit
Senyawa yang dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar, karena senyawa-senyawa tersebut dapat terionisasi saat dilarutkan dalam air.
Senyawa ion
Senyawa ion tersusun dari ion-ion yang bentuknya padat dan kering. Ion-ion penyusun senyawa ion dalam pelarutnya akan bergerak bebas sehingga larutan ion dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa ion dalam bentuk kristal, ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ion adalah NaCl, KCl, NaOH dan KOH
Senyawa Kovalen Polar
Senyawa kovalen polar apabila dilarutkan dalam air, maka akan terurai menjadi ion-ion. Hal tersebut disebabkan oleh ikatan kovalen pada senyawa tersebut mudah putus dalam pelarut air dan menghasilkan ion-ion. Contohnya asam klorida (HCl), Amonia (NH3).

Manfaat Larutan Elektrolit
Banyak makanan, minuman, obat-obatan, dan bahan kebutuhan lain yang berupalarutan. Peranan larutan sungguh sangat penting dalam kehidupan kita. Kita ketahui bahwa larutan terdiri atas pelarut dan zat terlarut. Sebagai pelarut, air tergolong pelarut universal, karena air mampu melarutkan banyak zat.
Di alam, sulit dijumpai air yang bersih. Air hujan yang sebenarnya berupa air murni, begitu turun hujan dan melewati udara, maka airpun sambil bergerak turun, melarutkan zat-zat kimia yang ada di udara, debu dan bermacam-macam gas. Sebagai akibatnya, beberapa saat hujan turun, udara makin segar. Kandungan air dalam tubuh kitapun lebih dari 75%. Banyak zat dalam tubuh kita berupa larutan.
Dalam tubuh manusia, elektrolit sangat vital keberadaannya, karena terkait dengan segala mekanisme tubuh termasuk metabolism yaitu sebagai ion pengaktif enzim, pembentuk hormon, melancarkan implus pada syaraf, serta mekanik pada sel2 tubuh, seperti aktivitas permeabilitas membran sel. selain dibutuhkan untuk tubuh, larutan elektrolit juga umum digunakan untuk elektrokimia sperti pengisi pada ACCU, baterai, ataupun jembatan garam.
Pengertian Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalahmerupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairandan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zatterlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairandan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total danelektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolitsaling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dancairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairaninterstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan didalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

Elektrolit Utama Tubuh Manusia

Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak  bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida danasam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+),kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat(HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatannegatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif.

Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun pada plasma terinci dalam tabel di bawah ini :No. Elektrolit Ekstraseluler IntraselulerPlasma Interstitial1.
Kation : • Natrium (Na+) 144,0 mEq 137,0 mEq 10 mEq
   • Kalium (K+) 5,0 mEq 4,7 mEq 141 mEq
  • Kalsium (Ca++) 2,5 mEq 2,4 mEq 0• Magnesium (Mg ++) 1,5 mEq 1,4 mEq 31 mEq2.
Anion : • Klorida (Cl-) 107,0 mEq 112,7 mEq 4 mEq
 • Bikarbonat (HCO3-) 27,0 mEq 28,3 mEq 10 mEq
 • Fosfat (HPO42-) 2,0 mEq 2,0 mEq 11 mEq
 • Sulfat (SO42-) 0,5 mEq 0,5 mEq 1 mEq
 • Protein 1,2 mEq 0,2 mEq 4 mEqa.
Kation :
a)      Sodium (Na+) :
         Kation berlebih di ruang ekstraseluler
         Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
         Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
         Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrigen padaion sodiumdi tubulus ginjal : ion hidrogen di ekresikan
         Sumber : snack, kue, rempah-rempah, daging panggang.

b)      Potassium (K+) : 
                  Kation berlebih di ruang intraseluler- Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
                  Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves.
                  Sumber : Pisang, alpokad, jeruk, tomat, dan kismis.
c)      Calcium (Ca++) :-
         Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di dalam tulangdan gigi untuk membuatnya keras dan kuat.
         Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle.
         Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifanprotrombin dan trombin- Sumber : susu dengan kalsium tinggi, ikan dengan tulang, sayuran, dll. 
Anion :
a)      Chloride (Cl -) :
         Kadar berlebih di ruang ekstrasel
         Membantu proses keseimbangan natrium
         Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster
         Sumber : garam dapur
b)      Bicarbonat (HCO3 -) :
         Bagian dari bicarbonat buffer sistem
                  Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasanagaram untuk menurunkan PH.
c)      Fosfat ( H2PO4- dan HPO42-) :
         Bagian dari fosfat buffer system
         Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
                  Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang
                  Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.

14 komentar:

  1. ibu, apa keterkaitan derajat ionisasi dengan elektrolit, baik elektrolit lemah, kuat, dan non elektrolit? terimakasih bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Derajat ionisasi 1 maka sifat elektrolitnya makin baik / elektrolit kuat, elektrolit lemah alfa'nya antara 0,.... sampe 0.9...
      non elektrolit alfa'nya 0.

      Hapus
  2. buk apakah ada kelemahan dan kelebihan dari materi, jika ada tolong diberi penjelasan terimakasih buk

    BalasHapus
  3. Ibu, Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nn elektrolit tidak dapa menghantarkan listrik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Larutan elektrolit menjadi salah satu cairan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini dikarenakan karena ion-ion yang terdapat dalam cairan tersebut seperti ion positif dan negatif yang bisa bergerak bebas sehingga, kedua gabungan ion tersebut dapat menghantarkan listrik. Kedua ion tersebut akhirnya dapat tergabung dengan elektroda positif dan negatif sehingga, mereka dapat menghasilkan arus listrik melalui larutan elektrolit tersebut.

      Hapus
  4. assalamualaikum bu , coba ibu jelaskan apa saja contoh elektrolit kuat , lemah , dan non elektrolit bu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Contoh Senyawa Elektrolit Kuat

      Sebelumnya, mas dennis telah paparkan bahwa ciri dari senyawa elektrolit kuat itu ialah senyawa tersebut memiliki ikatan ion, terutama dari jenis garam,, eittts .. tapi tunggu dulu, jenis garam yang mas dennis maksud disini ialah jenis garam yang mudah larut di dalam air seperti contoh di bawah ini :

      Jenis Garam 1 = Logam Golongan I A + Non Logam Gol VII A ( Garam Yang Mudah Larut )
      Contohnya = NaF ( Natrium Flourida ) , KF , LiF , NaCl , LiCl , KCl , NaBr , KBr , LiBr , NaI , KI dll
      Jenis Garam 2 = Logam Golongan II A + Cl , Br ( Garam Yang Mudah Larut )
      Contohnya = MgCl2 ( Magnesium Klorida ) , CaCl2 , SrCl2 , BaCl2 , MgBr2 , CaBr2 , BaBr2 dll
      Jenis Garam 3 = Logam I A / II A + Ion Poliatomik ( Garam Yang Mudah Larut )
      Contohnya = Na2SO4 ( Natrium Sulfat ) , NaNO3 , KNO3 , MgSO4 , NaClO3 , CH3COONa , (NH4)2SO4 , K2Cr2O7 dll.
      Jenis Garam 4 = Logam Golongan Transisi + Non Logam Cl ( Garam Yang Mudah Larut )
      Contohnya = FeCl2 ( Besi(II)Klorida ) , ZnCl2 , CuCl2 , NiCl2 dll
      Jenis Garam 5 = Logam Golongan Transisi + Ion Poliatomik ( Garam Yang Mudah Larut )
      Contohnya = FeSO4 , CuSO4 , Cu(NO3)2 , Zn(NO3)2 dll
      Jenis Asam Kuat Seperti = HCl , HBr , HI , HNO3 , H2SO4 , HClO3 , HClO4 dll

      Jenis Basa Kuat Seperti = LiOH , NaOH ,KOH , RbOH , Ca(OH)2 , Ba(OH)2 dll.

      Jadi , itulah contoh dari senyawa elektrolit kuat , sekarang kita masuk ke contoh senyawa elektrolit lemah...

      2. Contoh Senyawa Elektrolit Lemah

      Senyawa elektrolit lemah umumnya memiliki ikatan kovalen polar, berikut ini contoh dari senyawa elektrolit lemah :

      Jenis Garam Yang Sukar Larut Seperti = CaCO3 , FeC2O4 , CuI , ZnS dll

      Jenis Asam Lemah Seperti = H2S , HF , HCOOH , CH3COOH , HNO2 , H2CO3 , HCN , H3PO4 dll

      Jenis Basa Lemah Seperti = NH4OH , Zn(OH)2 , Be(OH)2 , Fe(OH)3 , Mg(OH)2 dll

      Ok , itulah contoh dari senyawa eleketrolit lemah , sekarang kita masuk ke contoh senyawa non elektrolit .....

      3. Contoh Senyawa Non Elektrolit

      Senyawa non elektrolit umumnya memiliki ikatan kovalen non polar , serta senyawa ini biasanya berasal dari senyawa organik. Contohnya : Gula ( Sukrosa ) , Urea , Methanol ( CH3OH ) , Alkohol ( C2H5OH ) , Benzena ( C6H6 ) dll.

      Hapus
  5. Assalamualaikum buk, saya ingin bertanya contoh larutan elektrolit kuat , lemah , dan non elektrolit dalam kehidupan sehari-hari buk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. APLIKASI LARUTAN ELEKTROLIT DALAM KEHIDUPAN

      1. Cairan Isotonik dalam Tubuh
      2. AKI (Accu)
      3. Aplikasi Elektrolit pada Baterai

      Hapus
  6. Assalamualaikum buk, saya ingin bertanya contoh larutan elektrolit kuat , lemah , dan non elektrolit dalam kehidupan sehari-hari buk?

    BalasHapus
  7. Bu apakah semua larutan elektrolit menghantarkan listrik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Didalam elektrolit tester terdapat elektrode positif dan elektrode negatif. elektrode positif akan didekati oleh ion negatif, sedangkan elektrode negatif akan didekati oleh ion positif. Ion negatif melepaskan elektron. Elektron tersebut mengalir melewati lampu sehingga lampu dapat menyala dan timbul gelembung gas pada satu atau dua elektrode tersebut.

      Jadi kesimpulannya, larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena adanya ion-ion yang bergerak bebas. Ion negatif akan mendekati elektrode positif dan melepaskan elektron. Elektron tersebut mengalir dari elektrode positif ke elektrode negatif melewati lampu sehingga lampu dapat menyala dan timbul gelembung-gelembung pada salah satu atau kedua elektrode

      Hapus
  8. maaf bu hanya ingin memberi saran bahwa materinya harus ditulis judul, serta tabel yang rapi hingga mudah dan dapat dipahami. terimakasih bu, maaf bu

    BalasHapus